Oleh: Dwi Arianto, S.Sy., S.Pd.
(Guru MTs Muhammadiyah Sukarame)

A. PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan semakin luas di abad dan zaman sekarang ini, teknologi dan globalisasi semakin memarak di segala sudut penjuru dunia. Tidak dapat dipungkiri sebagai laku dalam kehidupan di muka bumi ini harus secara cepat beradabtasi. Ibarat kata “Toyota telah berubah menjadi Hennessey Venom F5”, artinya kehidupan di dunia ini sangat cepat berubah. Namun demikian, di dalam aspek pendidikan telah muncul berbagai aspek yang harus difahami lebih mendalam. Lalu aspek dan konsep apa itu?.


Pendidikan dalam persyarikatan Muhammadiyah memiliki tujuan yang luas dan memanusiakan manusia. Mulai dari pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan yang memiliki latar belakang seorang pendidik, ulama dan juga seorang intelektiual, Muhammadiyah dengan visinya menjunjung tinggi Muhammadiyah Berkemajuan. Berkemajuan dalam sekor pendidikan, sosial, budaya bahkan ekonomi, tidak dapat diragukan lagi bagaimana sumbangsih Muhammadiyah kepada Negara Indonesia. Pendidikan, tokoh intelektual, kemajuan ekonomi, kemanan dan kesejahteraan masyarakat cukup untuk menjadikan Muhammadiyah selalu berkemajuan (Ali, 2016).


Beberapa tahun yang lalu mentri pendidikan dan kebudayaan telah mengeluarkan konsep pendidikan yang berbasis merdeka belajar, hal ini juga sebenarnya telah terkonsep dalam pemikiran tokoh dan pahlawan Nasional yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara. Konsep merdeka belajar yang menggunakan kurikulum merdeka akan serasi sekali jika disandingkan dengan pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan. Namun dari pada itu, perlu dibahas lebih mendalam korelasi diantara keduanya melalui artikel ini.

B. PEMBAHASAN

Pembahasan dari tulisan ini sebanarnya adalah mengkorelasikan antara pendidikan Muhammadiyah berkemajuan dan pendidikan dengan konsep merdeka belajar yang baru-baru ini dicetuskan, bahkan kurikulum merdeka sudah disosialisasikan. Keduanya sebenarnya sama-sama memiliki metode pembelajaran yang sama, antara pendidikan Muhammadiyah berkemajuan dan Merdeka belajar. Oleh karena itu penting kiranya membahas satu persatu.

1. Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan


Muhammadiyah adalah organisasi dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang memiliki tujuan untuk menjunjung tinggi syariat Islam dan menjadikan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Melalui tujuan yang begitu besar oleh Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas serta Islami dapat dilihat kebelakang yang dilakukan oleh KH. Ahmad Dahlan. Awal berdirinya Muhammadiyah telah diwarnai pendidikan dengan metode merdeka belajar yang dinakodai langsung oleh KH. Ahmad Dahlan. Pada masa itu pendidikan yang sangat terkenal adalah pendidikan QS. Al-Ma’un yang selalu diulang-ulang oleh KH. Ahmad Dahlan dengan tujuan santrinya dapat memahami sepenuhnya sampai kepada al-Qalb As-Sirr (hati yang paling dalam) (Ali M. , 2016). Kebebasan berfikir atau merdeka belajar tersebut akhirnya dapat diaplikasikan melalui tindak lanjut oleh santri KH. Ahmad Dahlan dengan langsung turun kejalan untuk mengaplikasikan QS. Al-Ma’un. Akhirnya merdeka belajar yang didasari QS. Al-Ma’un itu sampai saat ini telah berkembang pesat, dapat kita lihat, ribuan sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah, ratusan rumah sakit, ratusan panti asuhan, ratusan pondok pesantren, dan ribuan masjid atau musholah Muhammadiyah (Ali, 2017).

2. Pendidikan Merdeka Belajar


Merdeka belajar telah dikonsepkan oleh Mentri Nadiem Makarim beberapa tahun yang lalu dengan tujuan yang begitu besar kepada rakyat Indonseia. Tentunya konsep merdeka belajar ini juga harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Konsep merdeka belajar harus memberikan kebebasan berfikir, belajar dan menuangkan segala ide dan gagasan yang dimiliki oleh peserta didik, artinya merdeka belajar adalah memberika kebebasan untuk memilih minat dan berfikir peserta didik, sedangkan pendidik harus menyediakan fasilitas dan mendudukung penuh belajar tersebut. Pendidik akan menjadi penghubung yang efektif dalam memberikan dan menyalurkan inovasi dan kualitas peserta didik melalui kurikulum merdeka dan merdeka belajar (Mustuti dkk, 2020).

3. Upaya Efektif Mewujudkan Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan dan Merdeka Belajar dalam Rangka Memberikan Pelajaran yang Baik di MTs Muhammadiyah Sukarame


Ada beberapa konsep pendukung yang dapat mewujudkan sistem pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan merdeka belajar melalui pendidik yang aktif sebagai penggerak kebijakan diantara keduanya, antara lain membangun dan mengenbangkan ekosistem teknologi dan Informasi untuk pendidikan, berkolaborasi atar lintas lembaga Muhammadiyah dan Luar Muhammadiyah, menggunakan data, informasi dan inovasi teknologi sebagai acuan kebijakan dan pola pembelajaran serta websis sebagai pendukung kemajuan belajar.

a. Membangun dan Mengenbangkan Ekosistem Teknologi dan Informasi Untuk Pendidikan


Perkembangan teknologi yang berkembang pesat harus direspon secara cepat oleh lembaga pendidikan dan pendidik. Adanya perkembangan teknologi dan Informasi harus dijadikan ladang penggerak oleh peserta didik untuk memunculkan kreatifitas, inovasi, krtis dan berfikir sistematis dalam mendidik dan memberikan pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini juga harus mengacu kepada peserta didik untuk berkembang dalam menghadapi dunia teknologi dengan sikap dan karakter yang baik, tentu semua itu harus dibimbing oleh pendidik yang menguasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Millati, 2021).

b. Kolaborasi dengan Lintas Lembaga dan Pihak Muhammadiyah atau Luar Muhammadiyah


Sebagai gurung yang aktif dan penggerak tidak lagi ragu bahkan takut untuk memulai kerjasama berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan pihak, baik di dalam Muhammadiyah terlebih di luar Muhammadiyah, hal ini dilakukan demi menumbuhkan wawasan, kerja sama dan menggalih informasi lebih banyak, baru dan aktual untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar yang baik.

c. Menggunakan Data, Informasi dan Inovasi Teknologi sebagai Acuan Kebijakan dan Pola Pembelajaran


Sumber daya manusia, infrastruktur, aplikasi berbagai bentuk, alat dan data informasi berbasis teknologi telah dirancang dan disajikan oleh pemerintah melalui Pusdatin Kemendikbud yang memiliki wewenang dan kebijakan. Hal ini harus dimaksimalkan oleh pendidik untuk mengembangkan keterampilan dan inovasi teknologi peserta didik. Disisi lain pendidik juga harus siap mendidik dengan megembangkan karakter peserta didik, sehingga peserta didik tidak hanya sibuk dengan kemampuannya saja di dalam bidang akademik dan ilmu pengetahuan teknologi, namun juga harus memperhatikan etitudenya juga.

d. Websis Sebagai Pendukung Kemajuan Belajar


Selain tiga hal diatas yang penting, juga diperlukan adanya websis yang menunjang keberlangsungan menejement pendidikan dan menejement dalam bidang tata usaha sekolah. Melalui Websis For Edu dapat mengaplikasikan segala bentuk pendidikan berbaisi teknologi dan pelayanan tata usaha berbasis teknologi. Sehingga keduanya dapat dimaksimalkan secara efektif.

C. KESIMPULAN

Melalaui urain diatas dapat disimpulkan, bahwa pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan dan Merdeka Belajar sangatlah erat hubungannya. Muhammadiyah melalui pendidikan umum dan Keislamannya dapat menunjang dan melandasi dalam setiap konsep merdeka belajar yang digagas oleh pemerintah. Begitu halnya yang diaplikasikan oleh pendidik di MTs Muhammadiyah telah menerapkan pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan dan Merdeka belajar dalam mewujudkan pembelajarn yang baik dan efektif. Dengan tujuan berikut, MTs Muhammadiyah mengembangkan setidaknya empat yang dapat diaplikasikan, diantaranya membangun dan mengenbangkan ekosistem teknologi dan Informasi untuk pendidikan, berkolaborasi atar lintas lembaga Muhammadiyah dan Luar Muhammadiyah, menggunakan data, informasi dan inovasi teknologi sebagai acuan kebijakan dan pola pembelajaran serta websis sebagai pendukung kemajuan belajar.

Referensi:

Ali, M. (2016). Membedah Tujuan Pendidikan Muhammadiyah. Profretika Jurnal Studi Islam, 18.
Ali, M. (2016). Pendidikan Berkemajuan: Refleksi Praksis Pendidikan KH Ahmad Dahlan. Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 15.
Ali, M. (2017). Menuju Teorisasi Pendidikan Berkemajuan. Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah, 18.
Millati. (2021). Peran Teknologi Pendidikan dalam Perspektif Merdeka Belajar di Era 4.0. Journal of Education and Teaching, 20.
Mustuti dkk, R. (2020). Teaching from home: Dari belajar merdeka menuju merdeka belajar. Jakarta: Yayasan Kita Menulis.